Pada
setiap bis, tentu memiliki kondektur yang akan menemani supir dan meminta ongkos kepada para
penumpang. Yaa, Bapak Kantiwono merupakan kondektur bis agramas. Bapak ini asli
Tegal yang saat ini berkeluarga dan tinggal didaerah Bogor. Bapak Kantiwono ini
sering dipanggil wono oleh rekan kerjanya. Itu panggilan dibuat teman-teman
satu tim di agramas yang mayoritasnya asli Jawa.
Bapak Wono ini bekerja belum
terlalu lama, kurang lebih tiga tahun dengan usia tiga puluhan. Menurut beliau,
lebih enak menjadi kondektur yang hanya menemani dan berjalan meminta ongkos
kepada para penumpang dibandingkan menjadi supir. Meskipun gaji supir lebih
tinggi, namun tetap saja tidak terlalu jauh sehingga beliau lebih memilih
menjadi kondektur. Beliau bekerja dengan tiga hari masuk dan satu hari libur,
meskipun yang lain bisa seenaknya untuk masuk libur namun ajakan patner
kerjanya membuat beliau membuat jadwal seperti itu. Sempat juga beliau menjadi
supir bis malam, namun dengan umur yang terlalu muda dan lelah dengan pekerjaan
itu membuat beliau menjadi kondektur bis. Supir bis malam belum terlalu jelas
dan baru ramai saat liburan, hari besar dan lebaran, berbeda dengan pekerjaanya
sekarang yang pasti daerah tujuan ramai dan bisa sampai tiga atau empat kali
balikan.
Bapak Wono berpendapat, bahwa
menjadi supir bis malam itu godaannya saat berat. Terutama kosentrasi yang
tentu sangat lebih dan kejar target karena waktu tempuh ditentukan. Berbeda halnya
dengan kondektur, meskipun ada jadwal kapan jalan namun itu tergantung supir
yang menjalankan. Apalagi beliau setelah meminta ongkos tinggal tidur. Lelahnya
menjadi kondektur, hanya pada saat penuh penumpang. Penumpang terkadang sulit
diiatur, diminta geser pun sulit apalgi ini hanya bis antar kota tentu banyak
sekali penumpang. Jarang sekali bis ini kosong, terutama apabila menuju terminal
Kp.Rambutan. Sempat setahun beliau menjadi kondektur merasa tidak nyaman dengan
rekan kerjanya. Supir yang ditemaninya terkadang mengatur, sehingga membuatnya
ingin keluar dari pekerjaannya ini. Namun beliau besyukur ditawari oleh supir baru
untuk menemaninya sehingga beliau beralih pattner dengan yang sekarang. Armada agramas
pun semakin banyak, sehingga membuatnya lebih nyaman karna penumpang tidak
terlalu berdesakan dan aman.