Supir
applus ini merupakan supir yang menyewa mobil angkutannya baik bus maupun
angkot kepada para pemilik. Mereka biasanya buka supir asli, sehingga tidak
memiliki identitas supir pada umumnya. Daerah jabodetabek khususnya, tentu
sekarang ini merupakan daerah yang rawan akan kejahatannya. Akibat kejahatan
ini, peraturan mulai ditegaskan kepada para supir sehingga semua harus memiliki
identitas dan menggunakan seragam. Hal ini tentu merugikan para supir applus,
karna mereka tidak memiliki identitas dan seragam tersebut.
Bapak Sumaryono, merupakan supir
applus D112. Beliau sudah menjadi supir applus sejak 1998 lalu. Beliau hanya
memiliki dua anak dan satu istri, katanya. Bapak Sumaryono biasa bergantian
dengan rekan supir lainnya. Biasanya beliau menjadi supir applus selama lima
jam, itupun terkadang rekannya suka berkomentar lama. Apabila menjadi supir
applus sendirian selama delapan jam itu agak sulit untuk mendapatkan uang
tambahan. Maklum, supir applus ini harus menyetor uang kepada pemilik mobil
sebesar seratus enam puluh ribu saat belum naik harga premium. Setelah harga
premium naik ini rasanya semakin berat, karena beliau harus menyetor dua ratus
ribu. Padahal penumpang saja sudah menurun, semakin sedikit dan harga premium
yang naik membuatnya semakin berat untuk membayar setoran sebanyak itu. Selain itu,
sebelum angkot yang beliau gunakan ini dikembalikan, bensin dalam mobil pun
harus terisi penuh. Yaa ini tentu membuatnya semakin berat, anggap saja dua
ratus ribu sehari untuk mengisi angkot tersebut belum lagi setoran yang tinggi.
Bapak Sumaryono ini selalu
bersyukur, menurutnya beliau masih memiliki mertua yang pengertian. Beliau menikahi
anak pak lurah, sehingga bapak mertuanya ini sangat pengertian terhadapnya
terutama anak pak lurah ini merupakan anak tunggal. Itu nilai plus menurutnya,
sehingga semakin disayang dan dimanja oleh mertuanya. Apabila beliau kekurangan
beras ataupun materi lainnya, beliau biasanya diberi oleh bapak mertuanya. Bahkan
sempat kedua anaknya ini dibelikan motor oleh mertuanya. Saking sayangnya kakek
nenek terhadap cucunya, agar cucunya tidak kecapean. Namun dibalik semua itu,
bapak Surmayono ini pengertian terhadap mertuanya. Apapun yang mertuanya minta
untuk jasa, beliau selalu ada dan bahkan saat punya rezeki lebih pun beliau
selalu membelikan hal-hal yang mertuanya sukai. Ini merupakan bukti kasih
sayangnya dan tanda terima kasih beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar