Kamis, 04 Desember 2014

SUPIR APPLUS

Supir applus ini merupakan supir yang menyewa mobil angkutannya baik bus maupun angkot kepada para pemilik. Mereka biasanya buka supir asli, sehingga tidak memiliki identitas supir pada umumnya. Daerah jabodetabek khususnya, tentu sekarang ini merupakan daerah yang rawan akan kejahatannya. Akibat kejahatan ini, peraturan mulai ditegaskan kepada para supir sehingga semua harus memiliki identitas dan menggunakan seragam. Hal ini tentu merugikan para supir applus, karna mereka tidak memiliki identitas dan seragam tersebut.
Bapak Sumaryono, merupakan supir applus D112. Beliau sudah menjadi supir applus sejak 1998 lalu. Beliau hanya memiliki dua anak dan satu istri, katanya. Bapak Sumaryono biasa bergantian dengan rekan supir lainnya. Biasanya beliau menjadi supir applus selama lima jam, itupun terkadang rekannya suka berkomentar lama. Apabila menjadi supir applus sendirian selama delapan jam itu agak sulit untuk mendapatkan uang tambahan. Maklum, supir applus ini harus menyetor uang kepada pemilik mobil sebesar seratus enam puluh ribu saat belum naik harga premium. Setelah harga premium naik ini rasanya semakin berat, karena beliau harus menyetor dua ratus ribu. Padahal penumpang saja sudah menurun, semakin sedikit dan harga premium yang naik membuatnya semakin berat untuk membayar setoran sebanyak itu. Selain itu, sebelum angkot yang beliau gunakan ini dikembalikan, bensin dalam mobil pun harus terisi penuh. Yaa ini tentu membuatnya semakin berat, anggap saja dua ratus ribu sehari untuk mengisi angkot tersebut belum lagi setoran yang tinggi.
Bapak Sumaryono ini selalu bersyukur, menurutnya beliau masih memiliki mertua yang pengertian. Beliau menikahi anak pak lurah, sehingga bapak mertuanya ini sangat pengertian terhadapnya terutama anak pak lurah ini merupakan anak tunggal. Itu nilai plus menurutnya, sehingga semakin disayang dan dimanja oleh mertuanya. Apabila beliau kekurangan beras ataupun materi lainnya, beliau biasanya diberi oleh bapak mertuanya. Bahkan sempat kedua anaknya ini dibelikan motor oleh mertuanya. Saking sayangnya kakek nenek terhadap cucunya, agar cucunya tidak kecapean. Namun dibalik semua itu, bapak Surmayono ini pengertian terhadap mertuanya. Apapun yang mertuanya minta untuk jasa, beliau selalu ada dan bahkan saat punya rezeki lebih pun beliau selalu membelikan hal-hal yang mertuanya sukai. Ini merupakan bukti kasih sayangnya dan tanda terima kasih beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar