Kamis, 04 Desember 2014

KONDEKTUR BIS

Pada setiap bis, tentu memiliki kondektur yang akan menemani  supir dan meminta ongkos kepada para penumpang. Yaa, Bapak Kantiwono merupakan kondektur bis agramas. Bapak ini asli Tegal yang saat ini berkeluarga dan tinggal didaerah Bogor. Bapak Kantiwono ini sering dipanggil wono oleh rekan kerjanya. Itu panggilan dibuat teman-teman satu tim di agramas yang mayoritasnya asli Jawa.

Bapak Wono ini bekerja belum terlalu lama, kurang lebih tiga tahun dengan usia tiga puluhan. Menurut beliau, lebih enak menjadi kondektur yang hanya menemani dan berjalan meminta ongkos kepada para penumpang dibandingkan menjadi supir. Meskipun gaji supir lebih tinggi, namun tetap saja tidak terlalu jauh sehingga beliau lebih memilih menjadi kondektur. Beliau bekerja dengan tiga hari masuk dan satu hari libur, meskipun yang lain bisa seenaknya untuk masuk libur namun ajakan patner kerjanya membuat beliau membuat jadwal seperti itu. Sempat juga beliau menjadi supir bis malam, namun dengan umur yang terlalu muda dan lelah dengan pekerjaan itu membuat beliau menjadi kondektur bis. Supir bis malam belum terlalu jelas dan baru ramai saat liburan, hari besar dan lebaran, berbeda dengan pekerjaanya sekarang yang pasti daerah tujuan ramai dan bisa sampai tiga atau empat kali balikan.

Bapak Wono berpendapat, bahwa menjadi supir bis malam itu godaannya saat berat. Terutama kosentrasi yang tentu sangat lebih dan kejar target karena waktu tempuh ditentukan. Berbeda halnya dengan kondektur, meskipun ada jadwal kapan jalan namun itu tergantung supir yang menjalankan. Apalagi beliau setelah meminta ongkos tinggal tidur. Lelahnya menjadi kondektur, hanya pada saat penuh penumpang. Penumpang terkadang sulit diiatur, diminta geser pun sulit apalgi ini hanya bis antar kota tentu banyak sekali penumpang. Jarang sekali bis ini kosong, terutama apabila menuju terminal Kp.Rambutan. Sempat setahun beliau menjadi kondektur merasa tidak nyaman dengan rekan kerjanya. Supir yang ditemaninya terkadang mengatur, sehingga membuatnya ingin keluar dari pekerjaannya ini. Namun beliau besyukur ditawari oleh supir baru untuk menemaninya sehingga beliau beralih pattner dengan yang sekarang. Armada agramas pun semakin banyak, sehingga membuatnya lebih nyaman karna penumpang tidak terlalu berdesakan dan aman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar